Bang Foke Pimpin DKI

Agustus 9, 2007 ryev4

Hasil Quick Count 4 Lembaga Riset, Incumbent Menang

Jakarta-Pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar dipastikan kalah dalam Pilkada DKI 2007. Berdasarkan survei hitung cepat (quick count) dari sejumlah lembaga riset, pasangan yang diusung PKS itu kalah dengan selisih suara sekitar 15 persen.

Survei LP3ES yang dirilis paling terakhir menunjukkan, pasangan Adang-Dani mendapatkan suara 42,4 persen, lebih kecil dari pasangan Fauzi Bowo-Prijanto 57,6 persen. Data itu berdasarkan input dari 600 relawan LP3ES yang diterjunkan di 400 TPS se-Jakarta.

Hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA juga menunjukkan hasil yang tak jauh berbeda. Adang-Dani mendapatkan suara 41,41 persen, berbanding58,89 persen yang didapat Fauzi-Prijanto. LSI mendapatkan hasil quick count itu dengan menggunakan sample 80.363 pemilih yang berada di 260 TPS di lima kotamadya dan satu kabupaten administratif Kepulauan Seribu.

Sedangkan hasil Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) Syaiful Mujani, Adang-Dani mendapat 44 persen, Fauzi-Prijanto 56 persen. Data yang dirilis Puskapol UI juga tak jauh beda. 42 persen untuk Adang-Dani dan 58 persen untuk Fauzi-Prijanto. Sementara hasil quick count Puskaptis menunjukkan perolehan suara Adang-Dani 40,55 persen.

“Secara peringkat, hasil survei dari semua lembaga sama. Hanya besaran prosentasenya saja yang berbeda. Dengan demikian, bisa dipastikan Fauzi-Bowo memenangkan Pilkada DKI”,kata Peneliti Senior LP3ES Andi Agung Prihatna kepada Indo Pos semalam.

Menurut Agung, kemenangan Fauzi-Prijanto itu banyak dipengaruhi kontribusi elite politik nasional yang secara massif ‘turun gunung’ membantu mengamankan suara parpol masing-masing. Salah satu elite politik yang turun langsung membantu pemenangan kandidat incumbent itu adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Akbar Tanjung (Golkar), Keta Umum PPP Suryadharma Ali, dan beberapa tokoh penting lainnya.

Mantan Ketua Umum PAN Amien Rais secara tidak langsung juga membantu Fauzi-Prijanto. “TurunnyapPetinggi politik nasional itu membuat suasana pilkada lebih hangat. Mereka pasti malu dong kalau kandidat yang di dukungnya kalah,” ujarnya. Hanya saja, keterlibatan elite politik nasional di momen politik se-level pilkada menurut Agung adalah anomali tersendiri. Sepanjang pengamatannya di sejumlah pilkada tingkat provinsi, tak ada elite politik yang turun se-maksimal Pilkada DKI.”Tokoh politik yang selama ini berkonflik secara laten bisa bermesraan di DKI. Ini anomali. Mereka sadar posisi DKI beitu sentral di Indonesia,” tambah Agung.

Anomali lainnya adalah tingginya tingkat partisipasi warga DKI yang lebih baik dibandingkan pilkada lain di kota-kota besar. Catatan LP3ES, angka partisipasi di DKI mancapai 66,6 persen, jauh lebih besar dibandingkan pilkada di Surabaya, Medan, dan sejumlah daerah pinggiran Jakarta.

Sebelumnya, LP3ES memprediksi angka golput di DKI mencapai 60 persen. Prediksi itu meleset karena begitu besarnya intervensi elite nasional.

“Prediksi kami sebenarnya tak meleset. Kami memprediksi, kalau voter turn outnya (angka partisipasi) tinggi, Fauzi menang. Kalau voter turn outnya rendah, Adang Menang. Dan terbukti, prediksi itu benar,”ujarnya.

Kendati demikian, hasil pilkada DKI 2007 adalah warning bagi 20 parpol pendukung Fauzi-Prijanto, terutama parpol-parpol besar yang lolos electoral treshold. Meski kalah, Adang-Dani yang hanya diusung PKS bisa meraup suara 42 persen, jauh melampaui perolehan suara PKS pada Pemilu 2004 yang hanya 23 persen lebih. “Artinya meski calonnya kalah, ini dalah kemenangan PKS,” tegasnya.

Kenyataan itu harus diantisipasi oleh parpol-parpol besar pendukung Fauzi-Prijanto. Bagaimanapun juga, angka perolehan suara Adang-Dani yang 42 persen sebagian besar adalah kontribusi besar PKS yang dikenal sebagai partai yang solid dan memiliki kader militan.

“Tentu ada kontribusi dari cagub yang tidak lolos dan tim Adang-Dani yang non PKS, tetapi menurut saya itu tidak cukup signifikan. Bisa diasumsikan, 40 persen itu adalah suara potensial PKS untuk Pemilu 2009. Pilkada DKI 2007 adalah bagian dari konsolidasi PKS menghadapi pemilu selanjutnya,” pungkas Agung.

Entry Filed under: Politik

One Comment Add your own


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: