Posts filed under: ‘Artikel‘




6 Cara Cepat Memutuskan Hubungan

Selasa, 2 Juni 2009 | 20:31 WIB

KOMPAS.com – Memutuskan hubungan dengan Si Dia, betapa pun menyedihkannya hubungan Anda, membutuhkan kekuatan. Anda tak perlu berpikir bagaimana cara memutuskan hubungan tanpa menyakiti perasaannya. Putus hubungan, pasti akan menyakitkan, baik untuk orang yang memutuskan maupun yang diputuskan. Memutuskan hubungan adalah tindakan egois, namun harus Anda lakukan untuk menghindari rasa sakit yang lebih akut.

Hal pertama yang perlu disiapkan untuk menyampaikan keinginan Anda adalah bahwa Anda memang telah memikirkan keputusan ini dengan matang, dan memahami akibatnya. Pahami situasinya. Anda tidak sedang mengacaukan hidup seseorang, karena Si Dia pasti akan melupakan Anda suatu saat nanti. Jika Anda tidak segera memutuskannya dan dengan jujur, hal ini tidak akan menyenangkan bagi Anda maupun Si Dia. Jika Anda berpikir untuk memutuskannya, mungkin memang sekarang lah waktunya. Apakah Anda ingin bersama seseorang yang masih berpikir-pikir untuk tetap bersama Anda padahal Anda begitu mencintainya?

Memutuskan hubungan pasti akan sulit, dan menakutkan, namun bila Anda tidak melakukannya, Anda akan terus berada dalam hubungan yang menyakitkan ini. Untuk itu, ada sejumlah taktik yang dapat membantu memudahkan Anda melakukannya.

1. Lakukan dengan cepat
Bila Anda memang sudah berbulat tekad untuk memutuskannya, sebaiknya segera lakukan. Semakin lama Anda menundanya (entah dalam hitungan jam atau hari), ia semakin tidak akan menganggap Anda serius. Tak perlu menunjukkan keberatan hati Anda untuk memutuskan hubungan ini, karena pasangan akan berpikir ia dapat mengubah perasaan Anda, atau tetap ada dalam kehidupan Anda.

2. Jujur
Tak perlu berusaha menutupi alasan sebenarnya. Jika Anda memang telah kehilangan respek padanya, atau Anda jatuh cinta pada orang lain, katakan saja apa adanya. Hindari kalimat-kalimat klise seperti, “Aku sayang sama kamu, tapi aku lagi pingin sendiri.” Pria tidak memahami bahasa seperti ini. Jika Anda memang sudah ilfil padanya, katakan saja. Ia tak akan bisa berdebat lagi. Kejujuran akan lebih membuat Anda lega, karena jika Anda berbohong, akhirnya akan terungkap juga.

3. Tak perlu menyesal atau merasa kasihan
Pria akan menghujani Anda dengan tangisan, permohonan, kemarahan, atau rasa bersalah. Namun tetaplah dengan keputusan yang sudah Anda yakini, atau indahkan saja rasa bersalah tersebut. Bila Anda terus memikirkannya, hal ini hanya akan memperlambat langkah Anda, dan mencegah Anda mencapai tujuan. Jangan pula membatalkan pemutusan hubungan karena Anda merasa kasihan padanya. Apakah Anda ingin terus bersama seseorang yang membuat Anda menyesal?

4. Tentukan aturan paska putus
Katakan padanya, bahwa Anda tidak akan membalas telepon, SMS, atau emailnya. Anda tak akan membukakan pintu jika ia mendatangi rumah Anda. Jika ia memang menghargai Anda, ia akan berhenti mengganggu Anda. Syaratnya, Anda memang betul-betul mematuhi peraturan yang Anda buat sendiri. Setelah itu, ia tak akan bisa lagi bertanya, “Kenapa kamu nggak mau menerima telepon saya?” Jangan mengatakan padanya apa yang dapat ia lakukan, seperti menelepon Anda kapan saja ia mau. Anda punya hak untuk tidak membalas SMS atau telepon sesuai peraturan Anda.

5. Tetaplah dengan keputusan Anda
Semakin sering Anda menerimanya kembali, semakin ia tidak peduli atau tidak mempercayai keinginan Anda untuk putus.

6. Lakukan di tempat netral
Jangan menyampaikan keputusan ini di rumah Anda, karena Anda tidak bisa lari kemana-mana lagi jika ingin menyudahi pembicaraan. Tempat-tempat netral akan menjadi lokasi paling mudah untuk “melarikan diri” jika pembicaraan berlarut-larut.
DIN
Sumber : Marie Claire

Iklan

Add a comment Juni 3, 2009

TEMPE SEBAGAI MASALAH NEGARA

Negara ini memiliki daftar masalah yang sangat panjang. Yang satu belum selesai, yang lain muncul. Masalah negara seperti beranak cucu di Republik ini.

Yang lebih menyedihkan ialah timbulnya masalah baru yang sifatnya elementer. Masalah baru, karena sejak zaman penjajahan tidak pernah menjadi masalah. Eh, sekarang, setelah lebih 62 tahun merdeka, ia menjadi persoalan negara.

Masalah elementer karena menyangkut lauk pokok rakyat banyak. Namanya tempe. Bahkan, inilah lauk yang semakin diakui khasiat dan gizinya. Ia merupakan alternatif yang canggih dan murah untuk menghindari kolesterol jahat. Sebagai gambaran, baru sekitar Perang Vietnam, nilai gizi yang tinggi itu disadari oleh orang Amerika. Sejak itu sejumlah buku ditulis di Amerika mengenai keunggulan tempe.

Makhluk yang bernama tempe itu, beberapa hari ini harganya meroket, sehingga rakyat protes. Kiranya inilah pertama kali terjadi dalam sejarah negara ini bahwa ribuan rakyat di sekitar megapolitan (Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi) berdemonstrasi ke Istana karena tempe.

Tempe menjadi barang langka. Penyebabnya karena kedelai menghilang dari pasar. Kalaupun ada di pasar, harganyapun selangit. Yaitu, naik 150% selama enam bulan terakhir.

Karena bahan baku untuk membuat tempe langka, tempepun menghilang dari pasar. Kalaupun diproduksi, harganyapun selangit, seiring selangitnya harga kedelai. Karena harganya mahal, tempe tidak laku. Pedagang yang masih berani jualan tempe merugi.

Tempe mendadak sontak menjadi masalah strategis. Ternyata, negara bukan saja belum mampu menyelesaikan urusan pangan yang pokok, yaiutu beras, tetapi juga subpangan, yaiutu tempe yang merupakan lauk murah meriah dan bergizi tinggi.

Masalah beras dan tempe menunjukkan RI adalah negara agraris yang memble, kata kamus, yaitu terkelepai ke bawah, bodoh, dungu.

Mengapa? Jawabnya, tegas, karena negara ini tidak memiliki politik pertanian yang jelas. Bahkan, lebih tajam lagi, tidak punya arah kemana negara hendak dibawa sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan yang pokok.

Buktinya, gampang dan banyak. Negara membiarkan dan merestui sawah yang terbaik untuk padi digusur oleh realestat dan kawasan industri. Negara lebih memilih mengekspor gas, dengan mengorbankan pabrik pupuk di dalam negeri kelenger dan mampus. Negara tidak memberi insentif yang menggairahkan petani untuk menanam padi. Padahal, sebaiknya, dengan mengimpor beras, negara ini justru menghidupi petani negara lain.

Kelangkaan kedelai adalah juga akibat politik pertanian yang tidak peduli pada kemampuan menghasilkan kedelai dalam negeri. Dari tahun ke tahun yang terjadi ialah produksi kacang kedelai lokal menurun dan semakin besar tergantung kepada impor.

Tempe telah naik panggung politik menjadi masalah negara yang serius. Serius karena menunjukkan kedunguan negara. Dungu, tidak sanggup mengurus perkara elementer, yaitu lauk rakyat sehari-hari.

Pelajaran yang dapat dipetik ialah tak perlu muluk-muluk amat mengimpikan presiden yang ideal. Kalau ada yang kampanye nyanyian surga pada Pemilu 2009 tutup saja telinga kanan dan kiri.

Baru buka telinga, kalau ada yang janjinya sederhana, mampu menyediakan beras dan tempe dengan harga murah. Sebab, dibelakang janji beras dan tempe itu, sesungguhnya bersemayam politik pertanian dan strategi pemenuhan pangan yang cemerlang.

1 komentar Januari 15, 2008

Menyongsong Ramadhan Nan Suci

Persiapan Menyongsong Ramadhan PKPU Online Rhamadhan telah diambang pintu, tanpa kita rasakan waktu bergulir begitu cepat,kita telah berada dibulan Sya’ban, bulan yang menjadi bulan ibadah istimewa untuk Rasulullah selain bulan Ramadan, Usamah bin Zaid berkata kepada Rasulullah SAW ” Ya Rasulullah saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu dibulan Sya’ban? Rasul Bersabda ” itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadan.

Dan merupakan bulan yang didalamnya diangkat semua amal kepada Rabul alamin. Dan saya suka diangkat amalan sedangkan saya dalam keadaan berpuasa”. (HR. Imam Nasai). apa yang harus kita persiapkan dalam rangka menyongsong kedatangan tamu agung ini ?.

Ada beberapa hal yang harus kita persiapkan agar kita mampu untuk mengisi bulan yang penuh berkah ini dengan kegiatan yang dapat menambah bobot umur kita ketika kita menghadap Allah SWT.

Kenapa kita melakukan persiapan ini ?
Setiap Waktu-waktu yang kita lewati masing-masing mempunyai kelebihan dan keutamaan yang berbeda, maka kita harus bisa memperlakukannya secara proposional dan cerdas. Termasuk dalam menyiapkan kedatangan bulan suci Ramadan yang banyak mempunyai keutamaan.

Karena didalam Ramadan adalah bulan diwajibkannya puasa, dianjurkan memperbanyak amalan sunnah, dianjurkannya memperbanyak memberikan santunan, serta memperbanyak membaca Al-Quran. Disamping itu bulan Ramadan adalah bulan pengendalian diri dari syahwat perut, dari hawa nafsu serta pengendalian anggota tubuh dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai puasa.

  1. Persiapan pribadi
    Secara pribadi kita harus mempersiapkan kedatangan bulan ini secara optimal, karena persiapan ini akan mempengaruhi baik tidaknya kita mengisi amaliah ramadhan. Diantara persiapan pribadi yang harus kita lakukan adalah sbb:

    1. Persiapan Secara Ruhi.
      Ini adalah persiapan yang paling utama karena kekuatan ruh inilah yang akan menjadi motor penggerak segala bentuk ibadah kita sebelum, ketika dan pasca ramadhan. Maka itu apabila kita membaca sirah Rasul SAW, betapa persiapan beliau dari sisi ini sangat luar biasa, yaitu dengan melaksanakan puasa sya’ban.Hal tersebut beliau lakukan dalam rangka mempersiapkan dan menyongsong kedatangan bulan Ramadhan. Disamping itu kita dianjurkan untuk banyak istighfar dan memohon serta memberi maaf agar kedatangan bulan suci kita sambut dengan hati bersih dari segala bentuk dosa dan perselisihan, rasa dengki dan penyakit-penyakit hati yang lainnya.Dan hal lain yang harus dilakukan dalam persiapan ruhi adalah banyak berdoa kepada Allah agar DIA menyampaikan kita kepada bulan Ramadhan. Ma’la ibn Fadl berkata “Para salafus shaleh berdoa selama 6 bulan agar mereka disampaikan hingga bulan ramadhan dan kemudian berdoa(pasca Ramadhan-pent) selama 6 bulan agar ibadah mereka diterima”.

      Yahya Ibn Katsir berkata ” diantara doa yang dibaca oleh para salaf adalah Ya Allah selamatkan aku hingga bulan ramadhan dan karuniakan aku ramadhan dan terimalah ibadah-ibadahku pada bulan ramadhan”

    2. Persiapan Secara Fikri.
      Ramadhan adalah bulan didalamnya diwajibkan bagi kita untuk beribadah puasa yang mana dalam setiap ibadah kita harus mengerti ilmunya agar ibadah yang kita lakukan dapat sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasul-NYA. Maka persiapan ini pun tidak kalah pentingnya, untuk itu kita harus kembali membaca dan menelaah buku-buku yang berbicara tentang puasa agar kita dapat mengetahui syarat dan rukun puasa serta hal-hal yang dapat membatalkan serta menghilang nilai puasa.Disamping itu dengan cara mengirim ucapan “Tahniah”(Selamat) kepada saudara atau teman dalam rangka memberikan image dan kabar gembira dengan akan datangnya bulan yang mulia ini. Hal tersebut telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sebg mana dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabd ” telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah yang telah didalamnya diwajibkan bagi kalian berpuasa, disitu Allah membuka pintu-pintu syurga dan menutup pintu-pintu neraka serta para syaitan diikat, didalamnya ada sebuah malam yan lebih mulia dari seribu malam barang siapa yang diharam/dihalangi untuk mendapatkan kebaikan malam itu sesungguhnya ia telah diharamkan dari segala kebaikan” (HR.Nasai dan Baihaqi ). Imam Ibnu Rajab Al-Hambali ketika mengomentari hadits ini berkata ” Hadits ini merupakan landasan agar kaum muslimin saling memberikan selamat dengan datangnya bulan Ramadhan”.
    3. Persiapan Secara Jasadi.
      Badan kita adalah salah satu komponen yang penting yang juga harus kita persiapkan dalam menyongsong bulan ramadhan, karena tanpa badan yang sehat kita tidak akan mampu melaksanakan kegiatan termasuk dalam masalah ibadah puasa, dalam hal ini Rasul SAW bersabda ” Seorang mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai dari mu’min dhaif dan didalam kedua ada kebaikan”.Dari hadits ini rasul mendorong kita untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh karena ini sangat dicintai oelh Allah, sebab ini merupakan salah satu modal penting dalam melaksanakan segala perintah Allah dan Rasul-NYA. Maka cara yang paling tepat adalah dengan cara mengadakan latihan puasa sunnah menjelang datangnya bulan ramadhan, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasul SAW.
    4. Persiapan secara Akhlaqi.
      Imam Ghazali dalam bukunya Ihya – Ulumuddin berkata “Ketahuilah bahwa puasa terbag dalam 3 tingkatan, Puasa umum, puasa khusus, dan puasa khususil khusus” (Ihya-jld 1/277). Imam Ibnu Rajab Al-Hambali berkata ” Tingkatan kedua orang puasa adalah yang puasa di Dunia ini karena karena Allah, maka ia menjaga kepala dan apa yang dibawahnya, menjaga perut dan apa yang di sekelilingnya dan mengingat mati serta pasca kematian, orientasi hidupnya akherat maka hari Iednya adalah hari bertemu dengan Rabnya dan hari kebahagiannya adalah hari ketika ia melihat Rabnya”.Dari perkataan dua ulama ini menunjukan bahwa ada diantara orang yang berpuasa hanya mendapatkan keletihan tanpa ada keistemewaan yang ia dapatkan dan ada juga jenis orang yang berpuasa dan mendapatkan keistimewaan yaitu orang yang dapat mempersiapkan diri dari sisi ahklaq, karena tanpa persiapan sisi ini puasa hanya akan menahan lapar dan haus saja tanpa mampu menjaga akhlaq sehingga puasa kita menjadi nihil dari sisi pahala.Hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh Raulullah SAW ” “Berapa banyak orang yangg puasa namun mereka tdk mendapatkan dari puasa mereka kecuali lapar dan haus” (HR.Thabrani, Ahmad dan Baihaqi). Diantara akhlaq atau sikap yang harus dijaga dari saat ini sbb:

      • Menjaga penglihatan dan menghindarinya dari obyek yang tdk baik. Rasulullah SAW bersabda ” Penglihatan adalah panah dari panah beracun iblis” (HR…………….). Nabi Isa as berkata” penglihatan akan menimbulkan di dalam hati syahwat dan cukuplah itu sebagai sebuah kesalahan”
      • Menjaga lisan dari perkataan yang bathil dan tdk bermanfaat. Rasulullah SAW bersabda ” Apabila kalian sedang berpuasa janganlah berkata dengan perkataan kotor (keji) dan janganlah melakukan perbuatan bodoh (berteriak,mencela) apabila ada orang yang menghina katakan kepadanya bahwa saya sedang puasa” (HR.Muttafaq ‘alaihi). Maka ketika mampu menjaga lisan maka insya Allah kita akan terhindar dari puasa yang sia-sia namun ketika kita tidak mampu untuk itu maka puasa kita akan sia-sia, sebagaimana yang disinyalir oleh Rasulullah SAW “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan bohong maka Allah tidak menperdulikan ibadah puasanya” (HR. Ibnu Majah).
      • Menjaga pendengaran dari hal-hal yang bathil.
      • Tidak memperbanyak mengkonsumsi makanan ketika berbuka. Memperbanyak makanan ketika berbuka adalah hal yang kurang baik karena akan menyebabkan.
    5. Persiapan Secara Materi
      Dari Abi Hurairah ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “Rasulullah SAW bersumpah tidak ada bulan yang paling baik bagi orang beriman kecuali bulan Ramadhan, dan tidak ada bulan yang paling buruk bagi orang munafik kecuali bulan Ramadhan, dikarenakan pada bulan itu orang beriman telah menyiapkan diri untuk berkonsentrasi dalam beribadah dan sebaliknya orang munafik sudah bersiap diri untuk menggoda dan melalaikan orang beriman dari beribadah” (HR.Imam Ahmad).Sabda Rasul SAW yang berbunyi ” dikarenakan orang beriman telah menyiapkan diri untk berkonsentrasi dalam beribadah” diterangkan oleh para ulama sbb ” Hal itu dikarenakan orang beriman telah menyiapkan diri dari sisi materi untuk memberikan nafkah kepada keluarganya karena mereka ingin konsentrasi beribadah, sebab memperbanyak Qiyam lail menyebakan mereka harus banyak tidur diwaktu siang dan memperbanyak I’tikaf menyebabkan mereka tidak bisa untuk beraktifitas diluar masjid, hal ini semua menyebabkan mereka tidak bisa untuk melakukan aktifitas mencari ma’isyah, maka itu mereka mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum datang bulan Ramadhan agar mereka dapat konsern dalam beribadah serta mendapatkan keutamaan bulan yang mulia ini”.Disamping hal tersebut diatas persiapan dari sisi materi penting juga kita laksanakan agar kita dapat mencontoh Rasulullah dari kedermawanan yang beliau contohkan ketika datang bulan Ramadhan sebagaimana yang riwayatkan dari banyak hadits. Dari kitab Shahihain Ibnu ‘Abbas ra berkata ” Rasulullah adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau semakin dermawan pada bulan Ramadan ketika berjumpa dengan Jibril untuk bertadarus Al-Quran, kedermawanan Rasulullah ketika itu bagaikan angin yang berhembus, ” dari Riwayat Imam Ahmad disebutkan ” Ia tdak diminta sesuatu kecuali diberinya”. Maka tanpa persiapan dari sisi materi kita tdk akan mampu mencontoh dan mengikuti kedermawanan Rasulullah SAW.
  2. Persiapan dari sisi lingkungan.
    Lingkungan adalah faktor yang tidak dapat kita abaikan dalam menyiapkan diri menyambut kedatangan bulan suci Ramadan, sebab lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendukung proses pelaksanaan ibadah dibulan Ramadan.

    1. Rumah.
      Rumah adalah lingkungan yang paling utama dalam kehidupan seorang manusia, karena disitulah sebagian besar kehidupannya ia habiskan. Rumah merupakan nikmat yang harus disyukuri maka ketika Allah SWT mengazab orang yahudi bani Nadzhir mereka di azdab dengan mengeluarkan mereka dari rumah-rumah mereka (QS.59:2).Maka kita sebagai seorang muslim harus mengkondisikan tempat tinggal kita agar dapat menunjang kekhusuan amaliah ibadah kita selama bulan Ramadan. Diantara hal yang paling harus kita perhatikan dalam mengkondisikan rumah adalah masalah Media, terutama TV karena media ini adalah media yang sangat tinggi pengaruhnya dalam mengganggu kekhusuaan ibadah kita. Maka kita harus bisa meminimalisir dalam menggunakan media ini.
    2. Tetangga.
      Disamping rumah yang harus kita kondisikan juga para tetangga, yaitu dengan cara memberikan keterangan dan anjuran untuk menyiapkan kedatangan bulan Ramadan, dalam hal ini dapat kita lakukan dengan berkoordinasi dengan para tokoh apakah Pa’ RT / RW dan juga para kyai yang ada dilingkungan sekitar kita.
    3. Tempat Ibadah (Masjid/Mushalla).
      Tempat ibadah juga harus kita siapkan dalam menyambut bulan suci Ramadan, dengan 2 cara, pertama secara material yaitu dengan mengadakan pembersihan umum dan perbaikan. Kedua secara Immaterial yaitu dengan mengadakan acara Tau’iyah (Penyuluhan) tentang puasa dan pentingnya mengisi ramadan dg amalaiah secara optimal.
    4. Tempat Kerja dan Pasar.
      Biasanya Sebelum memasuki syahrul awakhir kita masih tetap mengadakan kegiatan dan aktifitas di kantor atau tempat-tempat kerja kita, maka kita juga harus mengadakan persiapan dengan melakukan penyadaran yang menyeluruh apakah dengan mengadakan pemasangan famplet, pengajian atau dengan mengirim email keteman-teman yang sekantor ttg Ramadan dan amaliah ibadah Ramadan.

Add a comment September 12, 2007

PERGURUAN TINGGI TERFAVORIT DI INDONESIA 2004

1. Survey PDAT
Data merupakan hasil survey Pusat Data dan Analisa TEMPO (PDAT) bulan November 2004.

2. Maksud Survey
Maksud survey ialah penyediaan informasi awal mengenai pandangan dan pengetahuan masyarakat, terutama di kota besar, terhadap kualitas perguruan tinggi. Dari survey ini akan diperoleh pula gambaran peringkat perguruan tinggi favorit dan terbaik di benak masyarakat.

3. Metodologi Survei

Survei peningkatan perguruan tinggi dilakukan di tujuh kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan, dengan jumlah responden 1.100 orang. Cara pengambilan sampel adalah dengan cara stratified random sampling. Sampling error diperkirakan 3%. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung dengan reponden. Responden terdiri dari responden panel siswa SMA kelas III yang berniat masuk perguruan tinggi dan responden panel orang tua yang memiliki anak siswa SMA kelas III yang berniat masuk masuk perguruan tinggi. Analisis yang digunakan analitis deskriptif untuk melihat tingkat awareness dan analisis multivariate thurstone untuk membuat peringkat secara simultan (multivariate).

4. Perguruan Tinggi Paling Diingat

Secara nasional, di kelompok perguruan tinggi negeri, Universitas Indonesia adalah universitas paling diingat atau memiliki tingkat awareness top of mind (TOM) paling tinggi (15,8%), sedangkan di kelompok perguruan tinggi swasta, tingkat TOM paling tinggi dipegang oleh Universitas Trisakti. Berikut ini peringkat 10 besar dari masing-masing kelompok.

Top of mind perguruan tinggi negeri (nasional) 2004
%TOM
1. Universitas Indonesia 15,8
2. Universitas Gadjah Mada 10,2
3. Universitas Hasanudin 9,9
4. Institut Teknologi Bandung 9,7
5. Universitas Airlangga 8,5
6. Universitas Sumatera Utara 8,5
7. Universitas Diponegoro 6,6
8. Universitas Padjadjaran 5,1
9. Institut Teknologi 10 November 2,8
10. Universitas Pendidikan Indonesia 1,5

Top of mind perguruan tinggi swasta (nasional) 2004
%TOM
1. Universitas Trisakti 1,3
2. Universitas Binas Nusantara 1,1
3. Unika Atma Jaya 1,0
4. Universitas Sanata Dharma 0,7
5. STIE Perbanas 0,6
6. Universitas Gunadarma 0,6
7. Universitas Surabaya 0,5
8. Universitas Islam Indonesia 0,4
9. Institut YAI 0,4
10. Universitas Atma Jaya Yogyakarta 0,3

5. Perguruan Tinggi Favorit Nasional
Suatu perguruan tinggi menjadi favorit masyarakat apabila, antara lain, lulusan perguruan tinggi tersebut mudah mencari kerja, pengajarannya berkualitas,fasilitas fisiknya bagus, dan sebagainya. Meskipun tidak sepenuhnya sama, agaknya dalam survey itu, secara implisit perguruan tinggi favorit diidentikkan dengan perguruan tinggi terbaik.

Perguruan tinggi negeri favorit (nasional) 2004

1. Universitas Indonesia
2. Institut Teknologi Bandung
3. Universitas Gadjah Mada
4. Institut Pertanian Bogor
5. Universitas Padjadjaran
6. Universitas Airlangga
7. Institut Teknologi 10 November
8. Universitas Diponegoro
9. Universitas Brawidjaja
10. Universitas Sumatera Utara

Perguruan tinggi swasta favorit (nasional)

1. Universitas Trisakti
2. Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
3. Unika Atma Jaya
4. Unika Parahyangan
5. Universitas Surabaya
6. UII Yogyakarta
7. Universitas Kristen Indonesia
8. Universitas Pancasila
9. Universitas Atma Jaya Yogyakarta
10. Universitas Sanata Dharma

6. Faktor Penentu dalam Pemilihan Perguruan Tinggi
Dari hasil survei di atas dapat disimpulkan bahwa urutan alasan para responden mengatakan dan menilai mutu perguruan tinggi adalah seperti dicantumkan di bawah ini.

Alasan mengatakan perguruan tinggi terbaik
Jumlah %
Lulusan mudah dapat kerja 65,5
Nama besar perguruan tinggi 32,0
Pengajar berkualitas baik 19,4
Fasilitas fisik bagus 17,3
Metode belajar mengajar bagus 13,3
Seleksi penerimaan ketat 12,5
Biaya kuliah terjangkau 5,7
Lokasi kampus strategis 4,7
Kedisiplinan kampus tinggi 3,9
Status negeri 3,8
Lingkungan kampus asri dan aman 1,7
Menyediakan program beasiswa 0,6
Alasan-alasan lain 7,5

22 komentar September 12, 2007

Sepintas Tentang Kode Pemakaian Obat

Tulisan “Cakar Ayam” pada resep seorang dokter barangkali memang tak semua orang awam bisa membacanya, begitu juga kode obat. Kendati demikian, tak tertutup kemungkinan anda bisa mempelajari atau menghafal kode-kode obat yang akan anda konsumsi. Sebagai contoh pencantuman kode seperti :

“T.1 cap p.o.q.d”. Maksudnya kode ini adalah : Minumlah satu kapsul setiap hari (Take one capsule by mouth every day). Berikut ini beberapa singkatan atau kode bahasa Latin yang sering dicantumkan pada resep :

a.c. : sebelum makan

p.c. : sesudah makan

h.s. : sebelum tidur

b.i.d. : 2xsehari

t.i.d. : 3xsehari

q.i.d. : 4xsehari

q.h. : setiap jam

q.d. : setiap hari

q.o.d : setiap dua hari

c : dengan

s : tanpa

p.r.n. : sesuai kebutuhan

ut.Dict. : Digunakan sesuai petunjuk

U atau u : unit

Cc : sentimeter kubik

p.o. : melalui mulut

a.s. : telinga kiri

a.d. : telinga kanan

a.u. : setiap telinga

o.l. atau o.s. : mata kiri

o.d. : mata kanan

o.u. : setiap mata

Add a comment Agustus 29, 2007

Ibu-Ibu Antarbangsa Buat Rekor ASI

NICOSIA-Breastfeeding is the best feeding. ASI adalah makanan terbaik. Lewat tema itu, para ibu di banyak negara bahu-membahu memecahkan rekor dunia menyusui bersama-sama untuk memeriahkan Pekan ASI Dunia. Di negara masing-masing, mereka membentuk perkumpulan menyusui kemarin.

Di tengah sulitnya mencari waktu bagi ibu untuk menyusui bayinya, gerakan ini cukup disambut baik. Ibu-ibu dari negara-negara maju seperti AS, Australia, Irlandia, Selandia Baru, Singapura, juga dari negara berkembang seperti Filiphina dan Siprus ikut memeriahkannya. Para pria ikut dalam pawai bersama ibu-ibu di Watsonville, California. Mereka meneriakkan “Dar leche materna“, istilah ASI untuk Spanyol. Menurut Santa Cruz Sentinel, mereka juga menuliskan pesan, “ASI adalah persembahan dari hati”.

Bagi Rashel Brandon, ibu dari tiga anak, ASI dianggapnya menghemat biaya. “Saya menghemat USD 5.000 (Rp. 45 juta) setahun dengan tanpa menggunakan susu formula kepada semua anak saya.” Ia bangga putranya tak pernah sakit sampai dia menyetop ASI. Yang terpenting, ASI memperkuat ikatan batinnya dengan sang anak. “Ini hal terbaik yang bisa dipersembahkan ibu kepada anaknya, “kata Jennifer Awwad, 29, yang menggendong putranya Nicola yang berusia 6 hari di Nicosia, Siprus. Dia mengakui sedikit sulit menyusui, dan ibu-ibu membutuhkan banyak dukungan. Dia gembira ketika bayinya menempel untuk menyusui.

Belum diketahui jumlah terakhir peserta menyusui masal di 18 negara tersebut. Saat ini rekor menyusui simultan dipegang Filipina yang mengumpulkan 14.000 ibu menyusi serempak di 400 tempat pada 2006, sedangkan rekor untuk satu tempat 3.541 ibu.

Dalam kampanye mengembalikan “khitah” ibu-ibu untuk menyusui itu juga disserukan bahwa ASI tak tergantikan. Menyusui bayi pada awal-awal kelahiran akan menjaga saraf dan kulit bayi dari bakteri serta memberikan antibodi dan protein-protein pelindung lain yang berfungsi sebagai imunisasi pertama ASI juga melindungi bayi dari asma. Pokoknya ASI memang Top.

Add a comment Agustus 15, 2007

Laman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

November 2017
S S R K J S M
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Posts by Month

Posts by Category